Kuliah Scam atau Bagian dari Proses Pendidikan?
Jurnis.id - Istilah “kuliah scam” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan kalangan generasi muda. Pandangan tersebut kemudian menuai beragam respon dari berbagai pihak, termasuk legislatif dan mahasiswa.
Dikutip dari laman detik.com, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak dapat dipandang secara sederhana. Ia menyebut perguruan tinggi bukan sekadar tempat mencari informasi maupun mengejar gelar semata.
“Kampus merupakan ruang pembentukan nalar kritis, etika, jejaring, serta kompetensi spesialis yang terstruktur dan teruji,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pada bidang tertentu, standar akademik tetap menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Seiring dengan pandangan tersebut, Ghizella, seorang mahasiswa, menilai bahwa anggapan kuliah sebagai penipuan muncul akibat hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan ekspektasi awal. Menurutnya, setiap proses pendidikan akan memberikan dampak, baik positif maupun negatif, yang kemudian membentuk persepsi individu.
“Persepsi pribadi tidak bisa dijadikan generalisasi untuk semua orang. Jika hasil yang diterima tidak sesuai harapan, bukan berarti proses kuliah itu scam,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang merasakan manfaat dari proses pendidikan tidak akan menganggap kuliah sebagai penipuan. Hal tersebut karena mereka memahami bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses yang dijalani secara konsisten dan bertahap.
Selain itu, kuliah juga dinilai memiliki peran penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. “Berkuliah membantu saya mengembangkan soft skill dan hard skill, membentuk pola pikir, memahami perspektif orang lain, hingga belajar bertahan dan membangun kepercayaan dalam lingkungan kerja,” katanya.
Dari berbagai pandangan tersebut, pendidikan tinggi tidak sekadar soal gelar atau hasil instan. Lebih dari itu, perkuliahan merupakan proses panjang dalam membentuk karakter, kompetensi, serta kesiapan mental untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial.
*****
Penulis: Rangga
Redpel: N
Sumber: Detik.com



Komentar
Posting Komentar