Ekonomi dan Perubahan Prioritas, Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun
Jurnis.id - Dalam satu dekade terakhir, angka pernikahan di Indonesia menunjukkan penurunan yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah pernikahan yang tercatat secara resmi turun dari sekitar 2,11 juta pada 2014 menjadi sekitar 1,48 juta pada 2024. Tren penurunan ini tidak hanya terjadi secara tahunan, tetapi berlangsung konsisten selama lebih dari sepuluh tahun.
Data Statistik Pemuda Indonesia 2023 menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda berusia produktif memilih untuk menunda pernikahan. Sekitar 68,29% pemuda 16–30 tahun masih berstatus belum menikah, sementara hanya sekitar 30–31% yang sudah menikah, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan sepuluh tahun lalu.
Dilansir dari Antara News, sosiolog Dr. Nadia Yovani menyebut salah satu faktor utama penurunan angka pernikahan adalah kondisi ekonomi yang menuntut kesiapan finansial lebih tinggi, disertai perubahan prioritas hidup generasi muda. Faktor ini membuat banyak pasangan memilih menunda atau bahkan tidak menikah.
Selain itu, perubahan undang-undang yang menaikkan usia minimal menikah dari 16 menjadi 19 tahun juga turut memengaruhi penurunan ini. Pemerintah melalui Kementerian Agama menyatakan bahwa perubahan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan calon pengantin secara fisik dan psikologis.
Menurut Komnas Perempuan, penurunan angka pernikahan terjadi meskipun jumlah penduduk usia produktif justru meningkat. Fenomena ini juga dipengaruhi oleh perkembangan nilai sosial seperti meningkatnya fokus pada karier, pendidikan, dan munculnya pilihan kehidupan seperti child-free atau hidup bersama tanpa nikah resmi.
Walaupun angka ini dianggap mencerminkan pilihan hidup modern, para ahli demografi mengingatkan bahwa tren penurunan pernikahan bisa berdampak pada dinamika demografi nasional. Salah satu dampaknya terlihat pada turunnya Tingkat Kelahiran Total (Total Fertility Rate), yang dapat berpengaruh terhadap struktur usia penduduk dan keberlanjutan periode bonus demografi Indonesia.
*****
Penulis: Lutfiah (lthfyjoule_)
Redpel: N
Sumber: Antara News, Kemenag




Komentar
Posting Komentar