Ketika Krisis Iklim Ikut Mencekik Biaya Hidup
Jurnis.id-Selasa pagi, 20 Oktober 2026, perhatian orang-orang yang melintas di Bundaran HI tertuju pada Patung Selamat Datang. Monumen yang biasanya menjadi latar swafoto itu menjadi tempat aktivis Greenpeace menyampaikan protes. Mereka memanjat patung dan membentangkan spanduk berisi tuntutan agar pemerintah menangani krisis iklim sekaligus meringankan beban hidup masyarakat, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dua spanduk kuning dibentangkan. Salah satunya menghadap Istana dengan tulisan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”. Spanduk lainnya menghadap ke selatan dan bertuliskan, “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” Kalimat-kalimat itu terdengar seperti keluhan yang bisa muncul dalam percakapan sehari-hari. Pesannya sederhana, tanpa istilah teknis tentang emisi karbon atau tata kelola gambut. Namun, di balik kalimat tersebut, ada persoalan yang lebih luas, hubungan antara kerusakan lingkungan, kondisi ekonomi, dan kehidupan ...









