Kemendiktisaintek Siap Tutup Prodi Tak Relevan, Sesuaikan dengan Kebutuhan Industri
Jurnis.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berencana menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri dan arah pertumbuhan ekonomi masa depan. Rencana tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 yang digelar di Kabupaten Badung, Bali. Dikutip dari Tempo.co, kebijakan ini ditegaskan akan segera dieksekusi. Perguruan tinggi diminta memiliki “kerelaan hati” untuk menyeleksi prodi yang perlu ditutup demi meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Menurut Badri, setiap tahun kampus meluluskan sekitar 1,9 juta sarjana, tetapi banyak di antaranya kesulitan memperoleh pekerjaan karena kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Ia juga menyoroti terjadinya kelebihan lulusan pada beberapa bidang. Setiap tahun terdapat sekitar 490.000 lulusan jurusan kependidikan, sementar...









