Panggung Gagasan di PEMIRA UNIS: Adu Visi Presma-Wapresma dan Dewan Mahasiswa

 

Jurnis.id — Komisi Pemilihan Umum Kampus (KPUK) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang telah selesai di selenggarakan debat pasangan calon Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) serta calon Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dalam rangkaian Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) tahun ini. Kegiatan tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi, baik dari mahasiswa yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti melalui siaran daring. (11/02)


Debat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kampus UNIS Tangerang bertujuan memberikan ruang bagi setiap pasangan calon untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja kepada seluruh civitas akademika. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana edukasi politik kampus agar mahasiswa dapat menentukan pilihan secara rasional dan bijak.


Pasangan Calon Presma dan Wapresma Nomor Urut 1, Saidiah dan Faiz Nur Ghathfan, menyampaikan bahwa motivasi utama mereka maju dalam kontestasi ini adalah untuk menghadirkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang benar-benar merepresentasikan kepentingan mahasiswa, bukan sekadar simbol organisasi. Menurut mereka, potensi mahasiswa UNIS Tangerang sangat besar, namun membutuhkan sistem yang rapi, transparan, dan solutif agar dapat berkembang secara maksimal.


Sebagai program unggulan, Paslon 01 menawarkan Ruang Digital Advokasi dan Ruang Aman Mahasiswa. Program ini dirancang sebagai satu pintu aspirasi yang transparan, memiliki tindak lanjut yang jelas, serta menjamin perlindungan identitas mahasiswa. Mereka juga mengusung empat prinsip utama, yaitu representasi, kolaborasi, transparansi, dan solusi.


Sementara itu, Pasangan Calon Presma dan Wapresma Nomor Urut 2, Ahmad Habiburohman N dan Relic Ramadhan P.P, mengungkapkan bahwa pencalonan mereka dilatarbelakangi oleh rasa tanggung jawab moral. Salah satu kandidat yang pernah menjabat sebagai menteri di BEM menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi dan diselesaikan secara berkelanjutan.


Paslon 02 menawarkan empat program utama, yakni Sekolah Pemimpin, Sekolah Demokrasi, Podcast Aspirasi Mahasiswa, serta optimalisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Mereka juga menekankan pentingnya membangun hubungan harmonis antar organisasi mahasiswa (Ormawa), dengan menegaskan bahwa seluruh elemen kampus merupakan satu kesatuan sebagai mahasiswa UNIS Tangerang.


Dalam sesi debat DEMA, Calon Ketua DEMA Ahmad Sulaeman menyampaikan bahwa pencalonannya didasari oleh banyaknya keluhan mahasiswa dan organisasi mahasiswa terkait krisis moral di lingkungan kampus. Ia berkomitmen untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap tata kelola organisasi kemahasiswaan.


Langkah konkret yang ditawarkan adalah revisi Pedoman Dasar Organisasi Kemahasiswaan (PDOK) yang dinilai sudah tidak sepenuhnya relevan dengan kondisi saat ini. Proses pembenahan tersebut direncanakan melalui musyawarah atau sidang istimewa yang melibatkan seluruh Ormawa secara terbuka dan transparan guna menjaga kredibilitas serta integritas organisasi mahasiswa.


Ketua Pelaksana KPUK, Anugrah Aulia Akbar, menyampaikan bahwa debat ini merupakan bagian penting dalam proses demokrasi kampus.

“Harapan saya, para pasangan calon dapat menunjukkan kualitas dan kapasitas bahwa mereka layak dipilih serta mampu memimpin organisasi di UNIS Tangerang ke arah yang lebih baik,” ujarnya.


Sebagai informasi, berdasarkan hasil Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) UNIS Tangerang, Ahmad Sulaeman resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang periode 2026/2027. Terpilihnya Ketua DEMA yang baru diharapkan mampu menjawab keresahan mahasiswa serta mendorong pembenahan organisasi kemahasiswaan secara lebih transparan, partisipatif, dan berintegritas.


Melalui proses demokrasi kampus yang terbuka dan partisipatif ini, civitas akademika berharap pemimpin terpilih nantinya mampu membawa perubahan positif serta memperjuangkan aspirasi mahasiswa UNIS Tangerang ke depan.


••••

Penulis: Dird

RedPel: Eich

Komentar