Fenomena “New Year, New Me” di Media Sosial
Jurnis.id - Memasuki awal Januari, linimasa media sosial kembali diramaikan oleh unggahan bertajuk “New Year, New Me”. Ungkapan ini muncul dalam berbagai foto, video, hingga status yang berisi resolusi, harapan dan gambaran perubahan diri yang ingin diperlihatkan pengguna saat memasuki tahun baru.
Media sosial pun menjadi ruang utama untuk mengekspresikan niat tersebut. Beragam bentuk perubahan identitas diri, mulai dari kebiasaan makan yang lebih sehat, rencana karier, perubahan sikap hingga penampilan dibagikan secara terbuka. Unggahan-unggahan ini umumnya disertai visual yang tertata dan pesan singkat yang menggambarkan arah perubahan yang ingin dijalani, menandai media sosial sebagai sarana pembentukan citra diri.
Fenomena “New Year, New Me” kerap dimaknai sebagai dorongan untuk melakukan refleksi diri. Unggahan resolusi dari pengguna lain tidak jarang menjadi pengingat bahwa pergantian tahun identik dengan kesempatan untuk memulai hal baru. Namun, linimasa yang dipenuhi target dan pencapaian juga menghadirkan dinamika sosial tersendiri di ruang digital.
Di balik unggahan yang tampak penuh semangat tersebut, media sosial cenderung menampilkan sisi terbaik dari proses perubahan. Yang terlihat lebih sering adalah langkah awal yang optimistis, bukan perjalanan panjang yang menyertainya. Akibatnya, perubahan kerap tampak berlangsung cepat, sementara proses bertahap dan tantangan yang dihadapi jarang tergambarkan secara utuh.
Penulis: Mella
Redpel: N
Sumber Berita: rri.co.id
Sumber Foto: rri.co.id




Komentar
Posting Komentar