Sering Menunda Tugas? Kenali Prokrastinasi dan Dampaknya

 


Jurnis.id - Prokrastinasi merupakan perilaku menunda pekerjaan atau tugas yang sebenarnya dapat dan seharusnya diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan. Fenomena ini kerap dianggap sepele dan lazim terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan akademik, pekerjaan, maupun aktivitas personal. Padahal, kebiasaan menunda menyimpan berbagai dampak negatif yang dapat mengganggu kesehatan mental, kestabilan emosi, serta produktivitas individu dalam jangka panjang.

Dalam kajian psikologi, prokrastinasi tidak sekadar berkaitan dengan kemalasan, melainkan mencerminkan kondisi emosi dan cara seseorang berpikir. Seseorang yang gemar menunda umumnya mengalami konflik batin antara kewajiban dan keinginan pribadi. Ketika suatu tugas dianggap berat, tidak menyenangkan, atau menimbulkan tekanan, individu cenderung mengalihkannya dengan aktivitas lain yang memberikan rasa nyaman sementara. Padahal, penundaan tersebut justru memperparah beban psikologis di kemudian hari.

Dilansir dari PsychCentral melalui laman Health Kompas, terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab utama munculnya perilaku prokrastinasi. Salah satu di antaranya adalah meningkatnya tingkat stres dan rasa bersalah. Ketika seseorang menunda pekerjaan, perasaan bersalah sering kali muncul karena menyadari kewajiban yang belum terpenuhi. Perasaan ini kemudian memicu stres berkelanjutan, yang dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi dan kualitas kesehatan mental.

Selain itu, kurangnya motivasi atau minat terhadap suatu pekerjaan juga menjadi pemicu utama prokrastinasi. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat pribadi sering kali dianggap membosankan atau membebani, sehingga individu memilih untuk menundanya. Kondisi ini diperparah oleh manajemen waktu yang kurang baik, di mana seseorang kesulitan menetapkan prioritas dan mengalokasikan waktu secara realistis.

Faktor psikologis lain yang tak kalah berpengaruh adalah rasa takut akan kegagalan serta kecenderungan perfeksionisme. Seseorang dengan standar terlalu tinggi sering kali merasa khawatir hasil pekerjaannya tidak sesuai harapan. Akibatnya, mereka memilih menunda sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri untuk menghindari rasa kecewa atau penilaian negatif dari orang lain. Ironisnya, penundaan ini justru membuat pekerjaan semakin menumpuk dan sulit diselesaikan tepat waktu.

Apabila dibiarkan secara berkelanjutan, dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat sementara. Tugas yang menumpuk dapat menurunkan kinerja, mengganggu relasi sosial, serta memicu gangguan kecemasan dan kelelahan mental. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk mengenali pola prokrastinasi sejak dini dan mulai membangun kebiasaan kerja yang lebih sehat, seperti menetapkan tujuan realistis, mengelola waktu dengan baik, serta meningkatkan kesadaran akan kondisi emosional diri sendiri.

Dengan memahami prokrastinasi sebagai fenomena psikologis, masyarakat diharapkan tidak lagi memandangnya sekadar sebagai kebiasaan buruk, melainkan sebagai sinyal perlunya perbaikan dalam pengelolaan emosi, motivasi, dan tanggung jawab pribadi.



*****

Penulis: Dhara

Redpel: N

Sumber: Health Kompas, Halodoc

Komentar