Influenza A(H3N2) Subklade K Terdeteksi di Indonesia, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

 

Jurnis.id - Virus influenza A(H3N2) subklade K kini menjadi sorotan setelah terdeteksi di beberapa daerah di Indonesia. Subklade ini sering disebut “super flu”, meski istilah tersebut bukan nama medis resmi. Menurut RRI, hingga 19 September 2026, dari 185 sampel yang diuji, sebanyak 86 di antaranya dinyatakan positif influenza.

Meskipun kasus influenza terdeteksi di sejumlah daerah, Kementerian Kesehatan mengatakan situasi nasional masih terkendali. Subklade K merupakan bagian dari influenza A(H3N2) yang mengalami perubahan genetik sehingga memiliki perbedaan antigenik dengan virus H3N2 sebelumnya. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti bahwa subklade K menyebabkan penyakit yang lebih berat dibandingkan influenza. Istilah “super flu” lebih banyak digunakan untuk menggambarkan subklade tersebut di tengah masyarakat.

Secara umum, influenza dapat menimbulkan gejala seperti demam atau menggigil, batuk, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Pada sebagian orang, infeksi influenza dapat berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia, terutama pada kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.

Penyebaran influenza dapat terjadi melalui partikel pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, masyarakat tetap perlu waspada meskipun kondisi nasional saat ini dinilai masih terkendali.

Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana, seperti mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat sakit, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, serta menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan.

Mengutip RRI dan Kompas, menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat, dan rutin berolahraga juga dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan. Vaksinasi influenza tahunan dapat dipertimbangkan, terutama bagi kelompok berisiko.

Jika muncul gejala yang semakin berat, seperti sesak napas, demam tinggi yang menetap, atau tubuh terasa semakin lemah, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.




***

Penulis : Mella

Redpel : Rh

Sumber : rri.co.id

Sumber Foto : Pinterest 

Komentar