Harga BBM Naik di Asia Tenggara, Indonesia Tetap Bertahan
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) melanda sejumlah negara di Asia Tenggara akibat konflik global. Namun, pemerintah Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan harga BBM.
Dilansir dari laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meskipun harga energi global berfluktuasi, guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada, baik naik maupun turun. Artinya, harga tetap atau masih menggunakan harga saat ini,” tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam keterangan pers di Seoul, Republik Korea, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Per 1 April 2026, pemerintah Indonesia masih mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi. Tercatat, harga Pertamax (RON 92) tetap Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) Rp12.900 per liter, dan Pertamax Turbo Rp13.100 per liter.
Sebagai perbandingan, di Singapura, rata-rata harga BBM jenis bensin mencapai US$2,545 per liter atau sekitar Rp43.308 per liter. Sementara itu, harga bahan bakar diesel mencapai US$2,978 per liter atau sekitar Rp50.676 per liter.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengimbau masyarakat Indonesia untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menggunakan energi, khususnya BBM, secara bijak dan wajar.
Upaya menahan harga ini diharapkan mampu meredam potensi inflasi sejak dini, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor tetap berjalan tanpa terbebani lonjakan biaya energi.
Redpel : Byn
Penulis : Maulidia
Sumber : cnn.indonesia, setkab.go.id, cnbc.indonesia dan globalpetrolprices.com
Foto : rasioo.id




Komentar
Posting Komentar