Ancaman Bencana di Tengah Krisis Lingkungan
Jurni.id - Meningkatnya jumlah bencana alam di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari rendahnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Permasalahan ini terlihat dari buruknya pengelolaan sampah yang hingga kini masih menjadi persoalan serius.
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa timbulan sampah nasional mencapai sekitar 24 juta ton per tahun, dan lebih dari 30 persen di antaranya belum terkelola dengan baik.
Sampah yang tidak terkelola tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca, terutama metana yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik. Dampaknya pun luas, mulai dari perubahan iklim, pencemaran air, hingga meningkatnya risiko bencana seperti banjir dan longsor akibat saluran air yang tersumbat.
Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, sebagian masyarakat masih menganggap persoalan sampah sebagai hal sepele. Minimnya kesadaran untuk memilah dan mengelola sampah dari sumbernya justru memperparah beban tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah kewalahan.
Selain persoalan sampah, meningkatnya risiko bencana juga dipicu oleh semakin luasnya deforestasi. Riset lembaga Auriga Nusantara mencatat sekitar 433.751 hektare hutan gundul sepanjang 2025. Angka tersebut setara dengan hampir tujuh kali luas wilayah provinsi DKI Jakarta.
Hilangnya hutan resapan tidak hanya menyebabkan banjir dan longsor, tetapi juga memicu kekeringan. Terlebih lagi suhu lingkungan menjadi lebih ekstrem. Ketika pohon yang ditebang atau dibakar, karbon yang tersimpan didalam pohon dilepaskan ke udara, sehingga mempercepat pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu, kualitas tanah dan udara juga menurun drastis. Hilangnya hutan resapan benar-benar membawa dampak yang sangat buruk bagi lingkungan kita.
Tanpa tutupan vegetasi, tanah menjadi rentan terhadap erosi, sementara sumber air mudah tercemar oleh sedimen dan limbah. Kondisi ini pada akhirnya menurunkan daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Berbagai risiko bencana tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. Diperlukan peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan serta mengambil langkah nyata untuk menjaga lingkungan hidup secara bersama-sama, demi menciptakan lingkungan yang layak huni sekaligus mengurangi risiko bencana di masa depan.
Redpel : Rh
Penulis :Agni
Sumber : BBC NEWS INDONESIA
Sumber foto : Antaranews.com




Komentar
Posting Komentar