Era Baru Mahasiswa UNIS: DEMA dan Presma 2026/2027 Dorong Perubahan Aktif, Inovatif, dan Berdampak Nyata

Jurnis.id - Pelantikan Dewan Mahasiswa, Presiden Mahasiswa, dan Wakil Presiden Mahasiswa masa bakti 2026/2027 digelar pada Kamis (2/4) pukul 09.00 WIB di Aula Lama Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang.

Pelantikan ini menjadi bentuk legalisasi kepengurusan baru Dewan Mahasiswa serta Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa periode 2026/2027. Kegiatan ini juga menandai awal komitmen dan tanggung jawab pengurus dalam menjalankan program kerja.

Koordinator Divisi Acara menyampaikan bahwa pelantikan memiliki peran penting sebagai legitimasi formal dan moral bagi pengurus baru.

“Tanpa pelantikan, kepengurusan belum memiliki kekuatan struktural yang sah. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun rasa tanggung jawab, kebersamaan, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada mahasiswa dan kampus,” ujarnya.

Dalam persiapan, panitia menghadapi tantangan manajemen waktu dan koordinasi, terutama dalam menyatukan kepentingan serta memastikan kehadiran pihak terkait. Kepanitiaan dibentuk melalui rapat pimpinan yang melibatkan perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa), terdiri atas ketua pelaksana, sekretaris, bendahara, divisi acara, PDD, humas, dan perlengkapan.

Acara ini turut dihadiri Wakil Rektor II Bambang Mardi Sentosa, Wakil Rektor III Hj. Dine Agustine, Jujuk Jahara, serta Tb. Yudi Muhtadi.

Ketua Dewan Mahasiswa UNIS, Ahmad Sulaiman, menyampaikan bahwa langkah awal kepengurusannya adalah membangun struktur organisasi serta mencari delegasi untuk memperkuat kinerja. Ia menegaskan bahwa organisasi tidak dapat berjalan tanpa tim yang solid.

“Tantangan terbesar ke depan adalah menjembatani aspirasi mahasiswa dengan pihak universitas serta mendorong mahasiswa agar lebih aktif dalam kegiatan kampus, baik melalui UKM maupun himpunan mahasiswa,” ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa UNIS dapat menjadi pribadi yang lebih kritis, aktif, dan terus berkembang.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UNIS periode 2026/2027, Saidia, mahasiswa semester VI Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), mengaku bangga atas amanah yang diberikan. Ia menilai kepemimpinan mahasiswa saat ini menjadi simbol perubahan, termasuk dalam hal kesetaraan.

“Saya merasa senang dan bangga. Ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender,” katanya.

Dalam kepemimpinannya, ia mengusung semangat kolaboratif dan solutif. Program kerja akan difokuskan pada penguatan kolaborasi antarorganisasi mahasiswa serta membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa yang belum aktif.

“Kami ingin membangun ruang aspirasi dan melakukan pendekatan langsung kepada mahasiswa. Harapannya, mahasiswa yang sebelumnya kurang aktif dapat lebih terlibat dalam kegiatan kampus,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan dalam mengenalkan kembali organisasi mahasiswa setelah dua tahun kevakuman struktur. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi dan kegiatan yang inklusif akan menjadi langkah awal dalam membangun kembali semangat organisasi.

Di akhir acara, kepengurusan Dewan Mahasiswa dan Presiden Mahasiswa masa bakti 2026/2027 diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang aktif, inovatif, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan kampus dan kesejahteraan mahasiswa.



Redpel : Byn

Penulis : Dini

Komentar

Postingan Populer