Perubahan Budaya Gotong Royong pada Generasi Muda

 


Jurnis.id - Budaya gotong royong sejak dahulu menjadi salah satu ciri khas masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan seperti kerja bakti, membantu tetangga yang mengalami kesulitan, serta berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, masyarakat diajarkan untuk saling peduli dan bekerja sama. Namun, saat ini muncul anggapan bahwa semangat gotong royong di kalangan generasi muda mulai berkurang.

Gotong royong merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Indonesia. Salah satu contohnya adalah kerja bakti membersihkan lingkungan. Akan tetapi, kegiatan tersebut kini mulai jarang dilakukan di berbagai lingkungan masyarakat sehingga menimbulkan anggapan bahwa budaya gotong royong mulai memudar.

Menurut Kompasiana, istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Kata gotong berarti "mengangkat" atau "memikul", sedangkan royong berarti "bersama-sama". Secara harfiah, gotong royong diartikan sebagai kegiatan mengangkat atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama.

Perkembangan teknologi dan media sosial menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan tersebut. Banyak generasi muda lebih sering menghabiskan waktu menggunakan telepon genggam atau media sosial daripada mengikuti kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu, kesibukan kuliah, pekerjaan, maupun aktivitas pribadi membuat mereka memiliki waktu yang lebih terbatas untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersama.

Meskipun demikian, tidak semua generasi muda kehilangan kepedulian terhadap sesama. Saat terjadi bencana alam, penggalangan dana, atau kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh sekolah, perguruan tinggi, maupun komunitas, masih banyak anak muda yang bersedia menjadi relawan. Hal tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih ada, hanya saja bentuk penerapannya telah menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, budaya gotong royong belum sepenuhnya memudar. Nilai tersebut masih dimiliki oleh banyak generasi muda, hanya cara penerapannya yang kini semakin beragam. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak agar budaya gotong royong tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi muda pada masa mendatang.


****

Redpel : Byn

Penulis : Asifa

Sumber : Kompas

Foto : Pinterest

Komentar