592 Mahasiswa UNIS Resmi Dilepas Ikuti KKK 2026 Berbasis SDGs

 


Jurnis.id - Sebanyak 592 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Kemasyarakatan (KKK) Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang Tahun 2026 resmi dilepas pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 6 Gedung Muhammad Astary UNIS Tangerang tersebut mengusung tema "KKK Terintegrasi 2026 Berbasis SDGs dalam Mendukung Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang."

Pelepasan peserta KKK dihadiri oleh Rektor UNIS, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, para dekan, wakil dekan, ketua program studi, dosen pembimbing lapangan (DPL), perwakilan Wali Kota Tangerang dan Bupati Tangerang, Kepala Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta para camat, lurah, dan kepala desa.

Ketua Lembaga Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRPM) UNIS, Dr. Hilman, M.Si., melaporkan bahwa mahasiswa akan disebarkan ke 12 kecamatan dan 19 kelurahan/desa, yang terdiri atas lima kecamatan di Kota Tangerang dan tujuh kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Rektor UNIS, Prof. Dr. Mustofa Kamil, Dip., RSL., M.Pd., menyampaikan bahwa KKK merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang telah menjadi landasan pendidikan tinggi di Indonesia sejak 1950. "Kalau tidak ada KKK, kalau tidak ada pengabdian kepada masyarakat, belum disebut sebagai perguruan tinggi. Yang namanya perguruan tinggi adalah perguruan yang menyelenggarakan pendidikan, melakukan riset, dan mengabdikan hasil riset di tengah-tengah masyarakat," ujar Rektor.

Ia juga mengaitkan pelaksanaan KKK dengan empat pilar UNESCO, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam kehidupan bermasyarakat. Rektor juga berpesan agar mahasiswa dapat bekerja sama dengan masyarakat, menjaga silaturahmi, serta tidak menimbulkan konflik selama pelaksanaan KKK.

Ketua LRPM, Dr. Hilman, menegaskan bahwa KKK bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan juga ajang untuk mempertajam kepekaan sosial. "Ketika nanti menjadi pemimpin, jangan ingin memperkaya diri atau tidak empatik, tetapi senantiasa rasakan penderitaan sesama," pesannya.

Perwakilan Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap mahasiswa dapat menjadi problem solver serta menjadikan hasil pengamatan selama KKK sebagai masukan bagi kebijakan pembangunan di daerah.

Salah seorang peserta KKK, Adel, mahasiswi Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam Kelompok 9 Desa Karang Sari, Divisi Ekonomi, mengatakan bahwa kelompoknya akan membuat titik lokasi UMKM di Google Maps untuk memudahkan promosi. Selain itu, mereka juga akan memproduksi teh pace berbahan kulit nanas agar memiliki nilai ekonomi. "Targetnya kita memajukan UMKM terlebih dahulu karena sesuai dengan temanya, yaitu mendukung penghapusan kemiskinan," katanya.

Rangkaian acara meliputi pembukaan, doa, menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dan Mars UNIS, penyampaian laporan, sambutan, penyematan atribut, penyerahan bantuan dari UPZ, pemutaran video, serta ditutup dengan yel-yel setiap kelompok. Melalui persiapan yang telah dilakukan, KKK 2026 diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



****

Redpel : Byn

Penulis : maulida

Komentar