Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya UNIS Tangerang Sukses Gelar Kembali Panggung Hitam Jilid 16

 



Jurnis.id - Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya (USB) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang sukses menggelar Panggung Hitam Jilid 16 di Basement Gedung Muh. Astary pada Jumat (26/6/2026). Setelah terakhir digelar pada 2023, pergelaran seni ini kembali hadir sebagai wadah bagi anggota internal, pelaku seni dari luar kampus, sekaligus menjadi ajang temu kangen bersama para demisioner.


Ketua Umum USB, Aldi Riyansyah, menjelaskan bahwa jeda pelaksanaan yang cukup panjang menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan semangat berorganisasi di kalangan anggota. Melalui tema "Antara Ruang, Rasa, dan Rindu", kepengurusan ingin menghidupkan kembali Panggung Hitam sebagai tempat pulang bagi keluarga besar USB.


"Melalui tema ini, para demisioner yang sudah tidak aktif di USB lagi bisa merasakan kembali pulang ke rumah kita sendiri, yaitu Panggung Hitam. Kami berharap dukungan untuk generasi selanjutnya tidak terputus agar kepengurusan berikutnya tetap konsisten menggelar acara ini dengan lebih meriah," ujarnya.


Ketua pelaksana, Ibrahim Zuchrisha, menjelaskan bahwa tema tersebut memiliki makna yang saling berkaitan. "Ruang" dimaknai sebagai tempat berkumpul, "Rasa" sebagai pengalaman dan perasaan yang tercipta selama kebersamaan, sedangkan "Rindu" menjadi wujud kerinduan terhadap momen yang pernah dilalui bersama. Menurutnya, Panggung Hitam bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan.


Acara diawali dengan sambutan dari para tamu undangan sebelum memasuki rangkaian pertunjukan seni. USB menampilkan berbagai karya dari setiap divisi, mulai dari tari, musikalisasi puisi, pertunjukan musik, live painting, bincang sastra, hingga penampilan kolaborasi bersama para demisioner.


Selain penampilan internal, Panggung Hitam juga dimeriahkan oleh penampilan dari Genyustra dan perwakilan Apresiasi Seni (APSI) Universitas Rahardja. Menjelang akhir acara, suasana semakin semarak dengan penampilan guest star Bang Azmi, kemudian ditutup dengan drama teater Lutung Kasarung yang berhasil memukau para penonton.


Kembalinya Panggung Hitam menjadi kebanggaan tersendiri bagi kepengurusan baru maupun para penampil, termasuk Puput dan Intan dari Divisi Tari. Latihan intensif yang mereka jalani terbayar dengan antusiasme penonton yang memadati acara.


"Satu kata, bangga. Karena Panggung Hitam akhirnya kembali hadir. Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami untuk tampil di acara ini. Apalagi saya baru menjadi anggota dan rekan saya masih berstatus calon anggota (caang). Jadi kami merasa sangat bangga," ujar salah satu penampil.


Antusiasme tidak hanya datang dari sivitas akademika UNIS Tangerang, tetapi juga dari tamu undangan luar kampus. Salah satunya Fikra, perwakilan APSI Universitas Rahardja, yang mengaku terkesan dengan kualitas penampilan para peserta.


"Musikalisasi puisinya benar-benar bikin merinding. Padahal mereka tampil tanpa menggunakan mikrofon, tetapi suaranya tetap bergema memenuhi ruangan basement. Pesan tentang kondisi bangsa Indonesia saat ini benar-benar tersampaikan," tutur Fikra.


Rangkaian Panggung Hitam Jilid 16 berakhir menjelang tengah malam dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pengisi acara maupun penonton yang hadir.


***

Penulis : Maulidia 

Redpel : Dirda 

Komentar

Postingan Populer