Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
Jurnis.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6/26) pagi, turut menyebabkan gelombang tsunami di kawasan pesisir Gorontalo Utara. Gempa tersebut dirasakan oleh sejumlah masyarakat di wilayah Indonesia bagian timur dan berpotensi menimbulkan tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun segera mengeluarkan peringatan dini tsunami sebagai langkah antisipasi.
Sesaat setelah gempa terjadi, Sirine peringatan dini tsunami terdengar meraung di sejumlah wilayah pesisir, sehingga memicu kepanikan warga sekitar. Situasi sempat berlangsung tegang dan warga yang mendengar peringatan tersebut segera berupaya menyelamatkan diri menuju lokasi yang lebih tinggi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada kedalaman 47 kilometer, dengan jarak sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
Menurut hasil analisis BMKG gempa tersebut memiliki mekanisme sumber berupa pergerakan naik atau thrust fault. Karakteristik gempa jenis ini diketahui memiliki potensi besar memicu terbentuknya gelombang tsunami apabila terjadi di bawah laut. Membuat BMKG mengeluarkan status waspada untuk wilayah Gorontalo Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Sebagai langkah antisipasi, masyarakat yang berada di kawasan pesisir diminta untuk menjauhi pantai serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas kebencanaan.
Selain ancaman tsunami, guncangan kuat gempa menyebabkan beberapa rumah warga di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara mengalami kerusakan cukup parah. Tim gabungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait langsung melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak.
Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah terdampak. Warga diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG, BPBD, dan instansi terkait.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, khususnya di wilayah Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan memiliki aktivitas tektonik yang tinggi. Dengan memahami prosedur evakuasi dan mengikuti peringatan dini dari pihak berwenang, risiko korban akibat bencana dapat diminimalkan.
****
Redpel : RH
Penulis : Dhara
Sumber : detik.com dan antaranews
Foto : holopis.com




Komentar
Posting Komentar