Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, OJK Pastikan Perbankan Tetap Kuat

 


Jurnis.id - Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat menjadi sorotan publik karena berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi secara keseluruhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa dampak langsung pelemahan nilai tukar rupiah terhadap kondisi perbankan hingga saat ini masih terkendali.


Dikutip dari Antara, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa kemampuan perbankan Indonesia dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah masih tergolong kuat. Hal tersebut tercermin dari rasio kecukupan modal perbankan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 23,97 persen per April 2026. Rasio tersebut menunjukkan bahwa perbankan memiliki permodalan yang memadai untuk meredam potensi kerugian.


Posisi devisa neto perbankan juga dinilai aman karena masih berada jauh di bawah batas yang ditetapkan regulator. Selain itu, potensi masalah di sektor perbankan, seperti bank rush, dinilai masih dapat dihindari meskipun nilai tukar rupiah terus melemah.


Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menimbulkan inflasi barang impor (imported inflation) yang dapat mengurangi daya beli masyarakat. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi pelaku usaha yang menggunakan bahan baku impor karena biaya produksi diperkirakan meningkat. Dikutip dari Liputan6, Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan hal tersebut kepada media massa.


Sementara itu, pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Meskipun sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS selama perdagangan, rupiah masih berada dalam tekanan dan belum sepenuhnya pulih dari pelemahan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai tukar masih menjadi perhatian di tengah ketidakpastian ekonomi global.


****

Redpel : Byn

Penulis : Mella

Sumber : Antaranews dan Liputan6

Foto : fin.co.id

Komentar

Postingan Populer