UNIS Gelar Wisuda ke-50, Tekankan Pentingnya Lifelong Learning



Jurnis.id - Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang menggelar wisuda ke-50 di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 8 Oktober. Acara ini menjadi momen penuh makna dan kebanggaan, terutama bagi para wisudawan.

Tema wisuda tahun ini adalah "Menjadi Generasi Unggul di Era Disrupsi: Memaknai Ilmu sebagai Modal Utama dalam Ekonomi Berbasis Pengetahuan dan Belajar Sepanjang Hayat."

Sunarya, selaku perwakilan dosen UNIS, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk mendorong para wisudawan berpikir kritis dan membentuk diri menjadi sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan berakhlak mulia.

“UNIS ingin memberikan rangsangan berpikir kepada para wisudawan agar tertantang membentuk diri melalui ilmu yang sudah dipelajari,” jelasnya.

Sunarya juga menyampaikan rencana peningkatan pelayanan berbasis teknologi di kampus, seperti penggunaan QR code untuk check-in wisudawan, yang memudahkan pengaturan tempat duduk dan inklusivitas bagi penyandang disabilitas.

Di akhir, Sunarya juga memberikan pesan khusus bagi para wisudawan yang akan memasuki dunia kerja. “Bagi yang sudah bekerja, tentu saja harus selalu meningkatkan life skill dengan prinsip Lifelong Learning. Sedangkan bagi yang belum bekerja, perlu mempersiapkan diri dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja saat ini, kembangkan jejaring, dan selalu menyeimbangkan antara kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik. "Ini merupakan perjuangan baru yang harus dilakukan. Gunakan keilmuan yang dimiliki agar bermanfaat bagi masyarakat, sehingga ilmu wisudawan akan menjadi lebih bermakna."

Di samping itu, momen wisuda ini juga ditandai oleh pencapaian luar biasa dari para wisudawan. Salah satunya adalah keberhasilan Najmi Qolbiyah, mahasiswi Ilmu Komunikasi yang meraih predikat Wisudawan Terbaik. Najmi mengaku tidak menyangka atas pencapaian tersebut. 

“Syok, campur aduk rasanya. Tapi apa pun yang diperjuangkan dari awal, hasilnya pasti baik. Alhamdulillah, ini rezeki saya,” ungkapnya penuh syukur.

Sebagai mahasiswa yang juga aktif berorganisasi, Najmi membagikan rahasia dalam mengatur waktu antara kuliah, tugas, dan kegiatan lainnya. “Untuk time management, kalau dari diri kita sendiri niat pasti kita bisa. Asal kalian mau, pasti kalian bisa,” jelasnya.

Selain itu, ia juga memberikan pesan untuk mahasiswa lainnya, tentang pentingnya berorganisasi. “Masuk organisasi karena kalau kalian berorganisasi, kalian akan lebih semangat untuk kuliahnya dibanding menjadi Kupu-Kupu (Kuliah Pulang, Kuliah Pulang)."

Tak hanya dirasakan oleh para wisudawan, momen bahagia ini juga dirasakan oleh orang tua wisudawan, salah satunya Ibu Ening. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan kebahagiaan yang mendalam. “Perasaan saya bahagia, lepas karena sudah selesai. Beban jadi berkurang,” tuturnya.

Ia juga mengakui tantangan selama mendampingi anak kuliah, terutama saat anak mengalami kesulitan fokus atau sedang tidak sehat. “Saya memberinya nasihat agar istirahat, bisa jalan-jalan dulu, happy, baru mulai lagi,” ujarnya.

Ibu Ening pun berharap agar para wisudawan segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya dan sukses di masa depan. “Semoga mendapatkan pekerjaan terbaik menurut Allah dan sukses selalu."


*****
Penulis: Aisya
Redpel: Nabela

Komentar