KKK Pangarengan Buat Rocket Stove untuk Atasi Pembakaran Sampah Terbuka




Jurnis.id – Kelompok 14 Kuliah Kerja Kemasyarakatan (KKK) Pangarengan membangun Rocket Stove sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah di Desa Pangarengan, Rabu (12/8/2026). Alat pembuat pembakaran terkontrol ini didirikan di salah satu lokasi penumpukan sampah warga, tepatnya di Kampung Baru, RT 15/RW 3.


Program kerja divisi lingkungan ini digagas untuk menekan kebiasaan warga membakar sampah secara terbuka yang berpotensi memicu polusi udara. Ketua Kelompok 14 KKK Pangarengan, Afreza Adzril Tramadhika, menjelaskan bahwa inovasi ini dipilih sebagai solusi praktis pengelolaan sampah tingkat desa. “Rocket Stove ini merupakan salah satu solusi yang kami pilih untuk membantu mengurangi kebiasaan warga membakar sampah secara terbuka,” ujar Afreza.


Sebelum mengeksekusi proyek ini, tim KKK melalukan pemetaan masalah dan merancang beberapa alternatif program lingkungan. Selain Rocket Stove, Kelompok 14 juga menginisiasi program Briket Jerami Pangarengan (BJP). Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan Badan Pengurus Harian (BPH) dan Divisi Lingkungan.


Koordinator Divisi Lingkungan, Naufal, menyebutkan bahwa kebiasaan membakar sampah sembarangan masih menjadi tantangan utama di kawasan pemukiman warga. Oleh karena itu, Rocket Stove dirancang agar proses pembakaran dapat berjalan lebih teratur dan terkontrol. “Harapannya, warga lebih sadar dalam mengelola sampah dan tidak membakarnya sembarangan, sehingga lingkungan menjadi lebih indah, bersih, dan rapi,” ungkap Naufal.


Proses pembuatan dimulai dari survei kondisi lapangan, penentuan desain serta material, hingga tahap perakitan dan uji coba. Divisi Lingkungan mengaku tidak menghadapi kendala berarti selama proses pengerjaan karena persiapan matang yang dilakukan jauh-jauh hari.


Saat ini, Rocket Stove yang telah selesai dirakit dan diuji coba tinggal menunggu peresmian bersama perangkat desa. Tim KKK 14 Pangarengan berharap keberadaan alat ini mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan desa secara berkelanjutan.


****

Penulis: Ina Oktavia 

Redpel: Rh


Komentar

Postingan Populer