Pemerintah Pastikan Stabilitas Pangan hingga Pascalebaran, Stok Menguat dan Harga Stabil

 

Jurnis.id - Pemerintah Indonesia berupaya menjaga harga dan ketersediaan komoditas pangan tetap terkendali sejak Hari Raya Idulfitri hingga pascalebaran guna melindungi kesejahteraan petani serta daya beli masyarakat.

Dikutip dari TVRI News, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan bahwa pasokan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Kondisi ini didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, penguatan cadangan nasional, serta pengawasan jalur distribusi yang ketat.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah saat ini adalah menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan semua pihak.

“Produksi kita meningkat. Panen raya terjadi di banyak daerah, terutama pada Februari hingga April. Dengan kondisi tersebut, stok beras nasional sangat kuat dan telah melampaui kebutuhan konsumsi nasional,” ungkap Amran.

Menurut data Kementerian Pertanian, beras menjadi komoditas dengan stok terbesar di antara komoditas pangan nasional, yakni mencapai 28 juta ton. Angka ini mencakup cadangan di gudang Bulog, stok yang beredar di pasar, serta hasil panen raya yang sedang berlangsung.

Dengan rata-rata konsumsi beras nasional 2,59 juta ton per bulan, stok saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik hingga 11 bulan ke depan.

Selain beras, neraca pangan hingga April 2026 menunjukkan tren positif pada sejumlah komoditas. Cabai rawit mencatat surplus 105.000 ton dari total produksi 409.000 ton. Daging ayam juga mencatat surplus 727.000 ton, sehingga menjamin ketersediaan protein hewani. Sementara itu, bawang merah memiliki stok 479.000 ton dengan surplus sekitar 57.000 ton.

“Lebaran tahun ini merupakan momentum keberhasilan bagi seluruh rantai pasok pangan. Produksi yang terjaga menjadi kunci kemenangan bersama,” ujar Amran dalam pernyataan resminya di Jakarta (22 Maret 2026).

Kondisi pangan yang stabil harus benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar tercermin dalam data. Sebab, keberhasilan tidak hanya diukur dari angka produksi, tetapi juga dari harga yang tetap terjangkau di pasar.


•••

Redpel : RP

Penulis : Citra

Sumber : Tvri News dan Radar Bandung

Foto : Medcom.id

Komentar

Postingan Populer