Mengapa Hoaks Masih Mudah Dipercaya di Era Digital?
Jurnis.id - Penyebaran hoaks di era digital masih menjadi persoalan serius di masyarakat. Meskipun akses informasi semakin luas dan cepat, banyak orang masih mudah mempercayai berita palsu yang beredar di berbagai platform digital.
Berdasarkan laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, ribuan konten hoaks ditemukan setiap tahun di internet dan media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa hoaks masih marak dan belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Fenomena ini terjadi karena derasnya arus informasi di media sosial yang tidak selalu melalui proses verifikasi. Selain itu, rendahnya kemampuan berpikir kritis dan literasi digital menjadi faktor utama yang membuat masyarakat mudah mempercayai informasi yang belum tentu benar.
Di sisi lain, kemajuan teknologi juga membuat hoaks semakin sulit dikenali. Informasi palsu kini dapat dikemas dalam bentuk yang lebih meyakinkan, seperti gambar, video, hingga manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI), sehingga tampak sebagai informasi yang valid.
Para ahli menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dengan baik. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memeriksa sumber berita dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kemampuan dalam menyaring informasi, diharapkan penyebaran hoaks di era digital dapat diminimalkan dan tidak lagi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
Redpel : Byn
Penulis : Nisa
Sumber : jabar saber hoaxs dan detik.com
Foto : detik.com




Komentar
Posting Komentar