Film Operasi Pesta Copet, Perpaduan Komedi, Aksi Pencopetan, dan Realitas Sosial
Jurnis.id - Film Operasi Pesta Copet menyuguhkan kisah kriminal dengan sudut pandang unik melalui perpaduan komedi, persahabatan, dan suasana festival musik. Film yang disutradarai oleh Edy Khemod ini dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba. Film tersebut resmi tayang di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026.
Diproduksi oleh Imajinari bersama Boss Creator dan Angin Segar, film ini mengisahkan Ijal, yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, seorang pemuda yang mengalami kesulitan keuangan. Bersama Adut dan kawan-kawannya, Ijal terlibat dalam rencana pencopetan yang akan dilakukan di tengah keramaian festival musik Pestapora.
Keunikan film ini terletak pada pemilihan festival musik sebagai latar cerita yang dekat dengan kehidupan anak muda. Keramaian penonton, atmosfer konser, dan penggunaan musik membuat cerita terasa lebih hidup. Menurut laporan ANTARA pada 4 Juli 2026, proses produksi film ini menghadapi kendala teknis karena melibatkan beberapa lokasi, termasuk area dekat rel kereta api dan festival musik yang dihadiri puluhan ribu orang.
Dari segi hiburan, film ini menghadirkan komedi melalui interaksi antartokoh dan dialog yang terasa alami. Chemistry antarpemain menjadi salah satu daya tarik, terutama dalam menggambarkan ikatan persahabatan di tengah kesulitan hidup. Perpaduan komedi dan drama tidak hanya menyoroti tindakan kriminal, tetapi juga menggambarkan perjuangan para tokoh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Namun, film ini masih memiliki sejumlah kelemahan. Dalam artikel CNN Indonesia yang terbit pada Agustus 2026, atmosfer festival musik dinilai sebagai salah satu kekuatan utama film. Meski demikian, perpaduan antara kehidupan festival dan aksi pencopetan dinilai belum sepenuhnya mampu membangun ketegangan yang kuat. Akibatnya, aksi pencopetan yang seharusnya menjadi fokus cerita terkadang kurang menonjol.
Selain itu, persoalan ketidakberdayaan sosial dan tekanan ekonomi belum digambarkan secara mendalam. Meskipun mengangkat persoalan tersebut, film ini belum sepenuhnya mengeksplorasi faktor-faktor yang mendorong para tokohnya terlibat dalam tindakan kriminal.
Secara keseluruhan, Operasi Pesta Copet menawarkan hiburan dengan memadukan unsur komedi, aksi kriminal, dan kehidupan di tengah festival musik Indonesia. Film ini menarik melalui latar cerita yang unik dan dinamika persahabatan para tokohnya, meskipun pengembangan ketegangan dan penggambaran persoalan sosial masih dapat diperkuat.
****
Redpel : Rangga
Penulis : Nabilah
Sumber: ANTARA dan CNN Indonesia
Foto : RRI




Komentar
Posting Komentar