Kesadaran Lingkungan Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Indonesia

 

Jurnis.id – Di Indonesia, tren kuliner berkelanjutan diperkirakan akan semakin menonjol pada 2026, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan kesehatan. Pada 2025, sekitar 75 persen konsumen menyatakan bersedia membayar lebih untuk makanan yang menggunakan kemasan ramah lingkungan atau berbahan organik.


Pasar makanan berbasis nabati di Indonesia tercatat mencapai nilai USD 990 juta pada tahun lalu. Seiring meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap kesehatan dan gaya hidup berkelanjutan, sektor ini diproyeksikan tumbuh sebesar 5,44 persen per tahun hingga 2033.


Praktik berkelanjutan juga mulai diterapkan oleh pelaku usaha kuliner, termasuk pedagang kaki lima yang kini menggunakan wadah ramah lingkungan dan menerapkan ukuran porsi yang lebih tepat. Beberapa restoran menjadi contoh, seperti Ijen Bali yang berupaya membatasi limbah dari dapur hingga meja makan, serta Komunal 88 Jakarta yang mengolah sisa makanan menjadi pupuk.


Dengan menggunakan bahan organik lokal, pemanfaatan listrik tenaga surya, serta pemberian insentif bagi pelanggan yang membawa tumbler, UMKM sektor makanan semakin aktif mendorong gaya hidup hijau sekaligus merespons 90 persen konsumen yang sadar akan ancaman iklim pada pasokan pangan. 


Selain meningkatkan perekonomian lokal, gelombang ini juga menegaskan komitmen industri terhadap keberlanjutan permanen. Mulai 2026 dan seterusnya, tren makanan ramah lingkungan diperkirakan akan menjadi norma dan didukung oleh kebijakan pemerintah serta partisipasi aktif konsumen.



*****

Penulis: Auliya

Redpel: N

Sumber: Market report analytics, accio.com, Idn.times

Sumber foto: Kumparan

Komentar